Black Friday: Deskripsi dan Asal Mulanya, serta Tips Belanja Cerdas!

Jakarta – Tahukah kamu apa itu Black Friday? Black Friday atau Jumat Hitam dirayakan setiap hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving tiap tahunnya. Seperti pada tahun 2022, Black Friday jatuh pada hari Jumat, 25 November 2022, yakni Jumat keempat di bulan November 2022.

Lantas apa arti Black Friday itu? Bagaimana sejarah Black Friday? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak serba-serbinya berikut ini.

 

Apa itu Black Friday? 

Dilansir situs resminya, Black Friday adalah hari Jumat setelah peringatan Thanksgiving, yang mana bagi sebagian besar orang menjadikannya sebagai hari untuk berbelanja dalam persiapan Natal. Pada saat Black Friday toko-toko atau penjual yang memberikan penawaran Black Friday seperti promo atau potongan harga.

Di Amerika Serikat ( AS ), Black Friday menjadi salah satu hari belanja utama tahunan. Meski tidak diakui sebagai hari libur resmi AS, pada hari ini banyak karyawan menjadikannya hari libur, kecuali mereka yang bekerja di ritel.

 

Sejarah Black Friday 

Melansir situs resmi Black Friday dan History.Com, apa itu Black Friday ternyata memiliki sejarah yang cukup suram. Berikut ini penjelasan sejarah Black Friday dari krisis keuangan sampai akhirnya dirayakan sebagai hari untuk berbelanja.

Situasi menjadi tak terkendali usai pertandingan, polisi yang sibuk mengurusi lalu lintas juga harus berurusan dengan kerusuhan banyak orang yang mencuri dagangan di toko-toko secara besar-besaran. Banyak penjual yang mengalami kerugian dalam peristiwa tersebut.

Kemudian pada tahun 1961, istilah Black Friday sempat diubah dengan istilah Big Friday untuk menghilangkan konotasi negatif. Namun hal itu tak bertahan lama dan kembali dengan istilah Black Friday.

 

Sejarah Black Friday Jadi Hari Berbelanja Besar-besaran

Pada akhir 1980-an, istilah Black Friday dimanfaatkan oleh para pedagang atau toko-toko pengecer dan diubah menjadi istilah untuk memberikan penawaran menarik kepada para pelanggannya. Hal ini memberikan dampak keuntungan besar bagi mereka. Dalam catatan akuntansi tinta merah artinya kerugian sementara tinta hitam artinya keuntungan.

Meski sejarah Black Friday masih belum diketahui pasti, namun hingga kini Black Friday selalu dijadikan kesempatan bagi para pedagang untuk menghasilkan keuntungan. Sementara bagi pelanggan pun turut senang dengan penawaran menarik saat Black Friday.

Demikian penjelasan tentang apa itu Black Friday beserta sejarahnya yang berawal dari peristiwa krisis keuangan di Amerika Serikat hingga menjadi salah satu hari belanja besar-besaran.

 

Tips Belanja Cerdas Selama Black Friday

Black Friday adalah salah satu momen terbaik untuk belanja gila-gilaan. Banyak merek menawarkan promo menarik di satu hari setelah perayaan Thanksgiving ini. Kita bisa mendapatkan potongan harga yang cukup besar ataupun free item untuk pembelian secara online dan offline. Namun, bukan berarti kita kalap berbelanja dan menghabiskan uang begitu saja tanpa pertimbangan matang.

Pastikan tetap belanja dengan cerdas agar mendapatkan hasil maksimal dari banyak diskon. Ada beberapa tips yang mungkin bisa diaplikasikan, misalnya :

 

Cek promo dan aplikasi

Manfaatkan media sosial dan aplikasi untuk mendapatkan informasi promo Black Friday terbaik. Bandingkan penawaran yang paling menguntungkan untuk produk ataupun merek yang diincar. Pilih juga waktu terbaik berbelanja sehingga bisa mendapatkan diskon maksimal atau harga terendah.

Kadang kala, beberapa toko memberikan harga yang berbeda untuk pembelian secara online atau langsung maupun tipe pembayaran tertentu.

 

Riset terlebih dahulu sebelumnya 

Belum terlambat untuk mencari review dari berbagai merek yang diincar sehingga kita tak terkejut dengan kualitasnya. Cari tahu item yang layak dibeli sehingga kita mendapatkan produk terbaik dan berkualitas selama Black Friday.

Mengetahui harga asli produk juga membantu kita mengidentifikasi mana yang benar-benar memberikan potongan harga dan bukan. Sering kali, inflasi menyebabkan kenaikan harga sehingga diskon belanja tidak sebesar biasanya.

Teliti juga kebijakan pengembalian dan penukaran untuk toko tempat kita berbelanja jika ada produk yang tidak sesuai keinginan. Pahami jenis produk yang dapat dikembalikan, batas waktu pengembalian, dan apakah perlu memberikan tanda terima.

Cari tahu jika apakah produk hanya bisa ditukar dengan item lain atau dijadikan uang tunai.

 

Cari diskon early bird

Beberapa toko menawarkan diskon lebih awal sehingga tak perlu menunggu Black Friday. Harganya bisa tetap murah tanpa harus berebut dengan pemburu diskon lainnya. Selain itu, stok barang juga masih cenderung masih lengkap sebelum diskon akhir tahun.

 

Belanja online atau offline? 

Tentukan jauh hari apakah kita cenderung ingin berbelanja online, offline, atau kombinasi keduanya selama Black Friday. Pilih mana yang akan menjadi prioritas dengan alokasi waktu dan anggaran kita. Kadang, kita harus mengantri atau menunggu jam khusus diskon jika belanja di toko langsung.

Namun, biasanya penjual menyediakan stok lebih banyak di toko dibandingkan e-commerce atau online shop.

 

Jangan ragu minta diskon tambahan

Tanyakan pada SPG toko yang kita datangi jika ada promo menarik lain yang bisa dimanfaatkan selama Black Friday. Jika beruntung, kita mungkin bisa mendapatkan potongan harga yang lumayan karena tak sungkan bertanya.

Misalnya beli satu item free item yang sama, diskon karena pembayaran dengan e-money atau program lainnya.

 

Minta gift receipts

Cara ini bisa dilakukan jika kita berbelanja hadiah untuk orang tersayang selama Black Friday tetapi tidak cocok. Misalnya sepatu yang kekecilan atau ukuran gaun yang terlalu besar atau tidak sesuai warna kesukaan.

Mereka bisa melakukan penukaran atau pengembalian tanpa repot ke toko tersebut tanpa mengetahui detail harganya. Gift receipts ini akan membuat toko tetap melayani penukaran yang dilakukan.

 

Hati-hati dengan penggunaan kartu kredit 

Penggunaan kartu kredit selama Black Friday biasanya menawarkan manfaat lebih seperti poin hadiah, perpanjangan garansi, atau perlindungan pembelian. Akan tetapi, hati-hati dengan pengeluaran berlebih karena tergoda harga yang lebih murah. Bisa jadi tagihan berikutnya membludak dan tidak bisa langsung dilunasi sehingga kita malah terbebani bunga.

Tetapkan anggaran dan buat daftar terlebih dahulu, lalu sesuaikan saat membelanjakannya.