Yuk, Simak 8 Fakta Tentang Film Avatar Terbaru dengan Pandoranya.

Sesudah lebih dari satu sepuluh tahun lalu semenjak film pertamanya, sesaat lagi film sekuel Avatar yang bertema The Way of Water hendak tayang di semua bioskop negeri. selaras semacam film pertamanya, The Way of Water tengah hendak terjadi di Pandora, serupa planet rupawan yang penuh dengan tanda tanya dan kejutan. Di mana khalayak dikisahkan sebagai kolonialis yang mengeruk asal muasal energi alamnya sekalian menimbulkan kemusnahan di Pandora. Saat sebelum memandang lebih banyak lagi keelokan alamnya di film Avatar 2 kelak, yuk kita bahas terlebih lampau bermacam hakikat menarik perihal planet Pandora.

 

Julukan Pandora Diadaptasi dari Mitologi

Jauh saat sebelum khalayak menginjakan kakinya di Pandora, para astronom planet akur buat berikan panggilan planet asing yang mereka temui itu bersumber pada panggilan perempuan pertama dari mitologi Yunani. Julukan ini sesungguhnya selaras semacam panggilan salah satu Bulan dari planet Saturnus. Di mitologi Yunani sendiri, Pandora yaitu panggilan perempuan yang tidak berniat membuka gombang Pithos, akibatnya para lelembut yang ada di dalamnya terbebas ke negeri. Untungnya ia senggang menutup Pithos saat sebelum lelembut pembawang impian pergi. Perihal inilah yang hasilnya menciptakan para khalayak tengah ada impian dekati saat ini.

 

Ditemui Pada rata-rata   masa 21

Kendatipun tidak diuraikan dengan cara gamblang di film Avatar pertama, namun modul asli dan komik pendukung buat filmnya sudah mencurahkan apabila pakar astronomi khalayak pertama kali mendeteksi presensi Pandora kurang lebih rata-rata   kurun 21. Persisnya pada tahun 2050, di mana para astronom mulai melaksanakan bermacam riset dekati tahun 2077. Alat transportasi pengunjung planet pertama kali membumi di Pandora pada tahun 2084. 50 tahun seterusnya, akuratnya tahun 2139, dokter. Grace Augustine dikisahkan sebagai khalayak pertama yang menginjakan kaki di Pandora.

 

Planet setidaknya mendekati planet Bumi

Dari kian banyak planet asing yang ditemui oleh khalayak, Pandora yaitu planet yang setidaknya mendekati semacam planet. Perihal itu teruji dari situasi alamnya yang tengah selama-lamanya dan mampu ditempati oleh banyak  hidup. Kendatipun ada kandungan karbondioksida yang sungguh atas, akibatnya khalayak patut mengenakan perlengkapan sumbang nafas tengah di Pandora, namun situasinya lumayan cukup buat dihuni khalayak. Dalam bukunya yang bertema The Science of Avatar, Stephen Baxter mendaftarkan “gaya tarik bumi Pandora kurang lebih 80% gaya tarik bumi planet. Diameternya kurang lebih 3/4 planet, dengan berat setengahnya.”

 

1 dari 14 Bulan Polyphemus

Terbebas dari keadaannya yang kurang lebih semacam planet, Pandora sesungguhnya bukan planet pokok. Sebagai planet yang kaya Alpha Centauri, tata surya terdekat dengan Bima mujarab, Pandora sesungguhnya yakni bulan dari planet yang lebih besar, adalah Polyphemus. Polyphemus sendiri sesungguhnya ada 14 bulan, terhitung Pandora yang setidaknya mendekati dengan planet. Selaras semacam Pandora, Polyphemus pula disebut bersumber pada panggilan raksasa cyclops di mitologi Yunani. Di mana ia dicerminkan sebagai anak Dewa Poseidon yang tidak mampu memandang sebab dibutakan oleh Odysseus.

 

Berlimpah dengan Mineral Unobtanium

Salah satu sebab kenapa khalayak hasilnya angkat kaki ke Pandora yaitu sebab mereka tergoda pada asal muasal energi alamnya, adalah Unobtanium. Dengan mendirikan RDA (Resources Development Administration) di planet Pandora, mereka mulai mengeruk Unobtanium dan tidak hirau dengan keburukan alamnya. Unobtanium sendiri mampu digunakan buat asal muasal daya terbarukan yang digadang-gadang mampu mengebumikan planet yang sudah keutamaan populasi. sementara itu untuk kehidupan di Pandora sendiri, Unobtanium dicerminkan sebagai asal muasal daya misterius yang sungguh suci.

 

Rumah Bangsa Na’vi

Jikalau khalayak diketahui sebagai  pokok planet, Na’vi yaitu buah bibir buat  pokok yang kaya di Pandora. Di mana pada biasanya ilmu faal mereka mendekati semacam khalayak, namun lebih besar, ada burit, dan pula berkulit berona biru. Sebagai populasi asli Pandora, Na’vi ada kaum-suku yang hidup berdampingan dengan alam. Misalnya suku Omaticaya di film pertama yang berdampingan dengan Eywa hutan, seterusnya Metkayina di film Avatar 2 yang berdampingan dengan Eywa samudra. Para Na’vi di film Avatar sendiri menyangka bangsa khalayak sebagai kolonialis Pandora.

 

Ada Flora dan Fauna Aneh

Tidak hanya sebagai rumah untuk bangsa Na’vi, di Pandora pula kedapatan bermacam jenis flora dan fauna yang mempunyai performa dan teknik hidup abnormal sekalian luar biasa. Buat fauna sendiri di antara lain yaitu direhorse, mountain banshee, thanator, viperwolf, dan titanotheres. Selanjutnya film Avatar 2 kelak, ada pula fauna laut Pandora, semacam ilu, skimwing, dan tulkun. Sebaliknya buat flora ada banyak sekali rumput yang abnormal, mulai dari yang beripuh dekati yang berikan kehidupan pada bangsa Na’vi. Kelainannya dengan di planet, rumput di Pandora hidup seperti binatang yang ada benak.

 

Bercahaya kala Malam Hari

Dari kian banyak tanda tanya dan keelokan Pandora di film Avatar, satu perihal yang menciptakan planetnya sungguh menarik yaitu tengah bercahaya di malam hari. Kendatipun tidak kedapatan lampu dan teknologi kompleks semacam di planet, namun alam Pandora sudah memberikan penyorotan yang lumayan sekalian rupawan untuk bangsa Na’vi. Sorot itu biasanya dikeluarkan oleh binatang dan rumput yang tubuhya mampu mencorong dengan sendirinya. Barangkali ini pula yang sebagai sebab kenapa Na’vi ada kulit berona biru, sebab perihal itu mempermudah mereka buat mengejar pada malam hari.

Seperti itu bermacam hakikat menarik dari Pandora yang sebagai planet pokok di film Avatar dan Avatar: The Way of Water kelak. Ada banyak sekali komponen yang menciptakan Pandora terasa lumayan familier untuk khalayak, namun pula penuh dengan tanda tanya sebab tengah banyak perihal yang tengah belum terbongkar di planetnya. keelokan Pandora dan seluruhnya kejutannya, mampu lekas kamu tonton ketika film Avatar: The Way of Water mulai tayang di bioskop Indonesia pada tangal 14 Desember besok. So, janganlah dekati tertinggal ya.